Table of Contents

Jenis-Jenis Pencemaran Logam Berat: Kromium (Cr), Besi (Fe), Seng (zn), Tembaga (Cu), Cadmium (Cd), Timbal (Pb)

Pencemaran Logam Berat

Industri merupakan salah satu tempat untuk memproduksi suatu produk dan mempunyai banyak manfaat bagi manusia. Selain manfaat yang dihasilkan, industri juga menghasilkan produk samping berupa limbah yang berbahaya dan beracun. Salah satu sumber pencemaran air terbesar berasal dari limbah industri, air limbah industri ini mempunyai banyak jenisnya. Contoh limbah beracun salah satunya berupa logam berat. Berdasarkan sudut pandang toksikologi, logam berat ini dapat dibagi dalam dua jenis. Jenis pertama adalah logam berat esensial, di mana keberadaannya dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh organisme hidup, namun dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun. Contoh logam berat ini adalah Zn, Cu, Fe, Co, Mn dan lain sebagainya. Sedangkan jenis kedua adalah logam berat tidak esensial atau beracun, di mana keberadaannya dalam tubuh masih belum diketahui manfaatnya atau bahkan dapat bersifat racun, seperti Hg, Cd, Pb, Cr dan lain-lain (Said, 2018). Beberapa jenis industri yang banyak mengandung logam berat adalah industri yang berhubungan dengan pekerjaan permesinan, metalurgi, pelapisan logam, cat, kulit, serta industri pertambangan.

Logam berat ini dapat menimbulkan efek kesehatan bagi manusia tergantung pada bagian mana logam berat tersebut terikat dalam tubuh. Daya racun yang dimiliki akan bekerja sebagai penghalang kerja enzim, sehingga proses metabolisme tubuh terputus. Logam berat ini akan bertindak sebagai penyebab alergi, mutagen, teratogen atau karsinogen bagi manusia. Jalur masuknya adalah melalui kulit, pernapasan dan pencernaan. Beberapa logam berat serta senyawa beracun yang banyak dijumpai di dalam air limbah industri adalah kromium (Cr), Besi (Fe), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Cadmium (Cd), dan Timbal (Pb). Penghilangan Logam berat yang mengandung logam berat termasuk golongan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Air limbah yang mengandung logam berat telah menjadi isu lingkungan yang telah menyita perhatian banyak pihak mengingat dampak yang ditimbulkannya dapat berakibat buruk bagi kehidupan makhluk hidup, termasuk manusia (Ambarwati and Bahri, 2018).

Kromium (Cr)

Kromium (Cr) adalah salah satu logam berat yang dapat mencemari air. Keberadaan kromium di perairan dapat menyebabkan penurunan kualitas air serta membahayakan lingkungan dan organisme akuatik. Dampak yang ditimbulkan bagi organisme akuatik yaitu terganggunya metabolisme tubuh akibat terhalangnya kerja enzim dalam proses fisiologis. Kromium dapat menumpuk dalam tubuh dan bersifat kronis yang akhirnya mengakibatkan kematian organisme akuatik. Logam kromium (Cr) merupakan logam berat yang bersifat toksik. Sifat toksik yang dibawa oleh logam ini dapat mengakibatkan terjadinya keracunan akut dan keracunan kronis (Listiana, 2013). Toksisitas logam kromium tergantung pada valensi ionnya, pada toksisitas Cr+6 ± 100 kali lebih toksisitas dari Cr+3. Cr+6 juga memiliki sifat karsinogenik dan korosif. Tubuh manusia memerlukan Cr+3 sebagai nutrisi sekitar 50 – 200 μg/ hari tetapi dikhawatirkan pada lingkungan basa dan terdapatnya oksidator tertentu atau kondisi tertentu yang memungkinkan ion Cr+3 dapat mengalami oksidasi menjadi Cr+6 (Ardinal, Salmariza, and Kasim 2014).

Besi (Fe)

Besi merupakan logam yang dihasilkan dari bijih besi, dan jarang dijumpai dalam bebas, untuk mendapatkan unsur besi, campuran lain harus dipisahkan melalui penguraian kimia. Besi digunakan dalam proses produksi besi baja, yang bukan hanya unsur besi saja tetapi dalam bentuk alloy yaitu campuran beberapa logam dan bukan logam, terutama karbon. Senyawa besi dalam jumlah kecil di dalam tubuh manusia berfungsi sebagai pembentuk sel-sel darah merah, dimana tubuh memerlukan besi sebanyak 7-35 mg/hari yang sebagian diperoleh dari air. Tetapi jika melebihi dosis yang diperlukan oleh tubuh akan menimbulkan masalah kesehatan, yaitu tubuh manusia tidak dapat mensekresi Fe (Ibrahim, 2016). Kadar Fe yang lebih dari 1 mg/l akan menyebabkan iritasi pada mata dan kulit. Selain itu, menyebabkan air berbau busuk. Warna, bau, dan rasa merupakan gangguan fisik yang ditimbulkan oleh adanya besi terlarut dalam air.

Seng (Zn)

Logam berat umumnya mempunyai sifat toksik dan berbahaya bagi organisme hidup, walaupun beberapa diantaranya diperlukan dalam jumlah kecil. Logam berat Zn merupakan salah satu logam berat essensial yang dibutuhkan hampir semua organisme dalam jumlah sedikit. Namun jika jumlah logam Zn dalam perairan melebihi batas ambang yang ditentukan maka akan membahayakan bagi kehidupan organisme itu sendiri dan bersifat toksik (Supriyantini, Sedjati, and Nurfadhli, 2016). Keberadaan logam Zn dalam air dapat bersumber dari penggunaan pupuk kimia yang mengandung logam Cu dan Zn, buangan limbah rumah tangga yang mengandung logam Zn seperti korosi pipa-pipa air dan produk-produk konsumer seperti detergen yang tidak diperhatikan sarana pembuangannya (Rahmadani, Sabang, and Said 2017).

Tembaga (Cu)

Tembaga (Cu) sebenarnya diperlukan untuk perkembangan tubuh manusia. Tetapi, dalam dosis tinggi dapat meyebabkan gejala GI, SSP, ginjal, hati, muntaber, pusing kepala, lemah, anemia, kramp, konvulsi, shock, koma, dan dapat meninggal. Dalam dosis rendah menimbulkan rasa kesat, warna, dan korosi pada pipa, sambungan dan peralatan dapur (Said, 2018)

Cadmium (Cd)

Kadmium adalah logam berwarna putih perak, lunak, mengkilap, tidak larut dalam basa, mudah bereaksi, serta menghasilkan Kadmium Oksida bila dipanaskan. Logam kadmium (Cd) memiliki karakteristik berwarna putih keperakan seperti logam aluminium, tahan panas, tahan terhadap korosi. kadmium (Cd) digunakan untuk elektrolisis, bahan pigmen untuk industri cat, enamel dan plastik. Logam kadmium (Cd) biasanya selalu dalam bentuk campuran dengan logam lain terutama dalam pertambangan timah hitam dan seng. Kadmium (Cd) didapat pada industri alloy, pemurnian Zn, pestisida, dan lain-lain. Kadmium memiliki efek yang sangat unik kepada anak-anak yakni dapat membantu perkembangan otak pada anak. Namun di sisi lain, kadmium memiliki efek yang tidak baik untuk manusia dewasa, diantaranya menaikkan resiko terjadinya kanker payudara, penyakit kardiovaskular atau paru-paru, dan penyakit jantung. Efek lain yang menunjukkan toksisitas kadmium adalah kegagalan fungsi ginjal, encok, pembentukan artritis, juga kerusakan tulang (Istarani and Pandebesie, 2014).

Timbal (Pb)

Timbal (Pb) merupakan logam yang sangat populer dan banyak dikenal oleh masyarakat awam. Hal ini disebabkan oleh banyaknya Pb yang digunakan di industri non pangan dan paling banyak menimbulkan keracunan pada makhluk hidup. Pb mempunyai sifat bertitik lebur rendah, mudah dibentuk, mempunyai sifat kimia yang aktif, sehingga dapat digunakan untuk melapisi logam untuk mencegah perkaratan. Pb adalah sejenis logam yang lunak dan berwarna cokelat kehitaman, serta mudah dimurnikan dari pertambangan. Logam berat Pb juga bersumber dari proses industri, dimana Industri yang perpotensi sebagai sumber pencemaran Pb adalah semua industri yang memakai Pb sebagai bahan baku maupun bahan penolong, misalnya: Industri pengecoran maupun pemurnian; Industri bahan bakar; Industri kabel; Industri kimia yang menggunakan bahan pewarna; dsb (Agustina 2010).

Baca Artikel Lainnya

Metode Pengawetan Bahan Pangan: Pengawetan Termal, Pengawetan Kimia, Pengawetan fisik, & Pengawetan Radiasi

Sebagian besar makanan mengandung enzim atau bahan kimia alami, seperti asam atau alkohol, yang menyebabkan makanan dapat menjadi rusak (busuk) setelah dipanen. Selain itu, faktor lingkungan, seperti panas dan keberadaan

Cara Mengenali dan Mengembangkan Hobi Anak untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak

Hobi adalah aktivitas yang dilakukan seseorang secara sukarela dan sering dilakukan dalam waktu senggang. Hobi sersebut bisa berupa kegiatan fisik seperti bersepeda, atau kegiatan kreatif seperti menggambar. Bagi anak-anak, menemukan

Komoditi Ekspor Indonesia: Dari Rempah-Rempah hingga Gas Alam

Indonesia memiliki beragam komoditi yang menjadi andalan dalam ekspor, mulai dari komoditi pertanian seperti kopi dan kakao, hingga sumber daya alam seperti minyak dan gas. Keberagaman ini menjadi kekuatan tersendiri

Diversifikasi Portofolio: Strategi Penting untuk Investasi yang Sukses

Investasi saham merupakan cara yang baik untuk memperoleh keuntungan dalam jangka panjang. Namun, seperti investasi lainnya, investasi saham juga memiliki risiko. Salah satu cara untuk mengurangi risiko dan memaksimalkan keuntungan

Prosedur Penggunaan Alat Praktikum Biokimia: Laminar Air Flow (LAF), Temperature Control Shaker Inkubator, Heat Block, Dan Water Bath

Laminar Air Flow (LAF) Laminar air flow merupakan kabinet yang menyediakan ruang kerja yang steril dengan mengambil udara dari luar laminar yang disaring menggunakan filter udara khusus. Sehingga udara dari

Contoh Tanaman Monokotil dan Dikotil: Klasifikasi dan Ciri-Cirinya

Tanaman Monokotil 1. Kelapa Klasifikasi Kingdom  : Plantae Divisi  : Magnoliophyta Kelas  : Liliopsida Ordo  : Arecales Famili  : Arecaceae Genus  : Cocos Spesies  : Cocos nucifera L. Ciri-Ciri Pohon